Mengenai Saya
- miss twinkle 15
- A Thrive Mom with 2 teens 1 yorkie. Author "Ide Pesta Seru" Design is my passion. Better to Great Do Good Be Good
Rabu, 08 Mei 2013
Kamis, 11 April 2013
Sabtu, 30 Maret 2013
Selasa, 05 Februari 2013
Senin, 10 Desember 2012
All about christmas part 2
Menata dekorasi natal pada meja buffet.
Saya senang mencoba hal-hal baru dalam mendesign.Hal baru tidak melulu dari materi baru ya..tapi lebih menantang kalau mengolah bahan yang lama menjadi terlihat baru dan berdaya guna. Kebetulan ada rumah teman (one of my good friends: Donna) yang buffet dining room nya mau di 'geratakin'. Dengan barang2x dan aksesoris natal yang dia punya, saya maksimalkan menjadi tatanan yang baru. Of course, ada penambahan materi penunjang yang baru saya perlu beli, namun beayanya terbilang murah. Untuk tambahan materi agar murah,coba deh datang ke home appliances store seperti ace, glodok electronic, dll mereka suka banjir discount akhir tahun, kita bisa menemukan barang2x menarik dengan harga 50-70% disc!
Untuk decor natal satu hal yang menurut saya sangat crucial, penting, ngejeder! IT'S THE LIGHT!!!
Pencahayaan dekor natal bisa dari lampu natal LED yang panjaaaang itu, bisa dari lilin, bisa dari lampu di plafon, lampu meja, standing lamp on the corner, bahkan bahan kertas mengkilap juga bisa mencerahkan suasana.
Hope u all enjoy this dan smoga berguna yaaaa.
ini adalah barang2x persiapan yang sudah dimiliki owner di rumah: tempat bumbu, mangkok 1 set, tray silver, pajangan dove ceramics. sebelumnya kita bersihkan dari debu ya.
tempat bumbu berbahan kaca ini lucu banget diisi dengan beads (manik-manik) warna hijau dan merah. sedemikian rupa kita susun bertingkat menjadi tempat lilin, yang tiap bagiannya kita rekatkan dengan double tape.
Ini hasil akhirnya dari komposisi tempat bumbu transparan.
Diatasnya kita tempelkan candle holder yang kebetulan match dengan tutupnya yang berwarna silver.
Vas vertikal kita isi dengan ornamen natal yang berbentuk bulat berwarna cerah terang. Kalau kurang ornamennya, kita besi beli bola-bola foam di toko hobby, dengan harga berkisar 1500-2500 per peices sesuai besarnya, terus kita bungkus dengan kertas aluminium untuk memanggang di oven, jangan lupa di remas ya alum.sheetnya biar efek crackle dan shine nya lebih mantap!. Masukkan semuanya, campu sesuai selera, have fun go mad!
Ornamen natal bisa kita tambahkan tangkai yang di rekatkan dengan glue gun. Mangkuk putih yang sudah ada di masukkan foam kering (khusus bunga artificial) bisa beli di toko bunga, kuatkan dengan glue gun ditepi foam. Taruh lilin besar yg sebelumnya sudah kita tancapkan tusuk sate kebagian badannya sehingga bisa menempel kuat ke gabus foam,(sebaiknya 2 tusuk lebih kuat). Lakukan hal yang sama pada oranament lainnya, beri semua tangkai!.
Hasil akhir yang menarik ya...
Donna, punya 1 set mangkuk, isi 3, jadi saya buatkan 3 rangkaian serupa. Untuk mendapatkan komposisi naik turun, bisa kita tinggikan salah satu mangkuk dengan ganjalan pot.
Agar permukaan cermin tidak membosankan, harus diberi suasana festive, tapi senada dengan konsep ruangan owner. Tema minimalis,modern, bersih, dingin, sangat kental pada rumah owner, jadi saya tembahkan decals tile sticker yang see through/ tembus pandang, untuk hasil yang maksimal.
I'm very impressed dgn decals ini, awalnya hanya untuk keramik cover ya, tapi aplikasinya sangat beragam, contohnya di cermin ini!.Selain unik, pemasangan, pemeliharaan dan pengangkatannya mudah tidak meninggalkan bekas!
It's static cling- Removable- Repeatable.. Gorjesss!
Seperti yang saya katakan sebelumnya, pencahayaan sangat penting dalam mendekor suasana natal. Ini salah satu cara dengan tidak menggunakan, lampu atau lilin, tapi dari bahan kertas mengkilat seharga 4000 perak! di toko pinggir jalan pun suka di jual. Dengan ketrampilan melipat origami bentuk ELECTRA, sangat cocok untuk menyempurnakan semua tatanan dekorasi.
![]() |
| THIS IS BEFORE |
![]() |
| THIS IS AFTER |

Selasa, 27 November 2012
All about Christmas part 1
Hari Natal dan embel embel yang menyertainya,adalah salah satu hari raya yang menyenangkan bagi saya.Seperti setiap tgl 5 atau 10 dec (saya lupa) ada tradisi, dari eropa saya rasa, dimana mengumpulkan rumput, dimasukkan kedalam sepatu/sandal. Khayalannya si Mr Santa malamnya bakal dateng, bawa kado untuk anak yang baik, tapi kita harus kasih treat buat si rudolf raindeer cs dan taruh beberapa cookies + segelas susu dimeja makan buat Santa yang katanya kecapean terbang dari antartika.
This make believe story, saya perkenalkan sama Shan & Kay, kami bukan umat Christian, tapi Hindu, ajaran yang kami jalani begitu universal, sampai saya bisa mengatakan ke anak2x, bahwa yang diambil adalah spirit of givingnya!, penampilannya bisa macam-macam, sama spt lebaran dan hari raya lainnya. Saya akui ide crita si Santa ini begitu menarik, menggugah kreativitas imajinasi anak2x.Si sulung yang sudah mulai besar sudah mulai tau, this is fake!, the santa is Bapak (yes its true, bapak eats all the cookies and drink all the milk!). Shan pernah tanya" Is it true ibu?", saya balik berkata " if you believe it, then its true!, just like I've said before, kebaikan datang dengan banyak wajah, bentuk, it doesn't matter if its santa, bapak, fairy, E.T, yang penting adalah makna dari memberi itu sendiri".
This make believe story, saya perkenalkan sama Shan & Kay, kami bukan umat Christian, tapi Hindu, ajaran yang kami jalani begitu universal, sampai saya bisa mengatakan ke anak2x, bahwa yang diambil adalah spirit of givingnya!, penampilannya bisa macam-macam, sama spt lebaran dan hari raya lainnya. Saya akui ide crita si Santa ini begitu menarik, menggugah kreativitas imajinasi anak2x.Si sulung yang sudah mulai besar sudah mulai tau, this is fake!, the santa is Bapak (yes its true, bapak eats all the cookies and drink all the milk!). Shan pernah tanya" Is it true ibu?", saya balik berkata " if you believe it, then its true!, just like I've said before, kebaikan datang dengan banyak wajah, bentuk, it doesn't matter if its santa, bapak, fairy, E.T, yang penting adalah makna dari memberi itu sendiri".
Gus Dur pernah mengatakan, "jika anda yang melakukan perbuatan baik dan mulia, maka tidak ada orang yang menanyakan apa agama mu?"
Serupa dengan nasihat Pekak (kakek) pada Bapakku "pemberian orang tulis di jidat, tapi kalau kita memberi orang tulis ditanah, pasti cepat hilang disapu..."
Perbuatan baik adalah yang "Benar", makanya ada yang bilang "True is my religion", sounds more universal ya...hakikinya memang yang "Benar" itu hanya Tuhan saja, dan Tuhan disepakati bersama,hanya 1 (satu) bukan? kita aja manusia yang menamakannya berbeda-beda.. hihihihi...
Saya tanya pada Shan dan Kayla " are you happy with the gifts and the notes from santa?"
Shan & Kay said they both are really happy and exciting, perasaan yang sama menyelimuti saya ketika hal tsb terjadi saat seumuran mereka. Mama memperkenalkan tradisi ini, karena dulu dibesarkan dilingkungan Pantekosta, but she is now Hindu spiritualy ;)
And I think to my self, this ritual its worth preserving, paling tidak semangat memberi ini, diawali dengan sesuatu yang menyenangkan, penuh imajinasi, tidak serius, njlimet dan berat. Beruntung juga punya partner/ suami yang terbuka pikirannya, dia mendukung ;)
Kadonya bukan sesuatu yang fancy dan mahal, paling sekedar 1 set spidol warna, yg pasti dgn note dr santa: bila kamu bisa jaga barang2x ini sampai tahun depan, santa akan kasih hadiah lagi...;)
Yuuk mariii dilihat crafts all about christmas buatan ku, lets give and give...with style of course...
bahan-bahan yang diperlukan: kertas kado, gunting bergerigi, double tape, tatakan kue bulat emas, cutter, mika container
fresh cupcakes from the oven
fresh cupcakes from the oven
Rabu, 05 September 2012
Balinese Garden/ Taman bali dampaknya untuk saya
Sebagai keturunan Jawa- Bali yang menjalankan ajaran Hindu, awalnya saya hanya mengikuti orangtua dengan budaya menanam pepohonan yang memang dipakai untuk sarana persembahyangan. Dalam perjalanan waktu saya mulai memahami bahwa hal ini tidak hanya sebagai pelengkap spirituil saja, tapi lebih luas dampaknya dalam kehidupan kita sebagai orang Indonesia.
Dampak negatifnya sudah saya coba cari, tapi sampai saat ini secara signifikan kok belum ketemu ya?.
Dampak positifnya ada! yaitu, untuk Pelestarian Tanaman Tradisionil Indonesia & Penguatan Identitas Arsitektur Lansekap Tropik Indonesia.
Saya bukan ahli tanaman ataupun ahli Arsitektur lansekap, tapi dari Taman Bali ini saya banyak mendapatkan hal-hal kecil yang mempermudah kehidupan kami dirumah.
Agak melenceng dikit dari topik:
Just my humble thoughts ;)
Dampak negatifnya sudah saya coba cari, tapi sampai saat ini secara signifikan kok belum ketemu ya?.
Dampak positifnya ada! yaitu, untuk Pelestarian Tanaman Tradisionil Indonesia & Penguatan Identitas Arsitektur Lansekap Tropik Indonesia.
Saya bukan ahli tanaman ataupun ahli Arsitektur lansekap, tapi dari Taman Bali ini saya banyak mendapatkan hal-hal kecil yang mempermudah kehidupan kami dirumah.
Tanaman tradisionil kenyataannya bisa dimakan- mengenyangkan perut, dijadikan obat, dan bahan dekorasi pada event-event special (pernikahan adat, tujuh bulanan,potong gigi,dll)
Pada saat kami membuat persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi, penghormatan kepada Leluhur dan Alam Semesta, kami menyertakan beragam tanaman tradisionil (hasil bumi) dalam Banten kami, seperti: sirih, pandan,puring, kembang sepatu, kamboja, kenanga/sandat, kantil, kemiri, jeruk nipis, bawang, keluwek, kelapa kuning,daun kelapa, dll. Oleh karena itu untuk memudahkan persiapan banten kami menanam beberapa jenis tanaman tersebut di halaman rumah. Kenyataannya dari turun temurun, tanaman-tanaman tersebut juga bisa dijadikan makanan penggugah selera seperti kata bapak saya, waktu kecil suka dimasakin bunga kamboja oleh ibunya. Di thailand kembang sepatu juga dibuat sup, dan beberapa tempat tropik lainnya dibuat jadi bahan minuman hibiscus flavor ;) Mbak-mbak disekitar rumah suka memunguti kamboja saya yang gugur (itung-itung bersihin halaman gratis hehehe), katanya 1 kg dijual Rp 35-45 rb, untuk dijadikan bahan dasar Dupa Aroma Theraphy. Jenis tanaman lainnya seperti bawang, jahe, jeruk nipis, dll sudah kita ketahui kegunaannya untuk kesehatan badan kita, jahe bisa menghangatkan tubuh yang capek, bawang lebih keren lagi efeknya, dicampur minyak kelapa kemudian dibalur dibadan bisa menurunkan panas.
![]() |
| Hibiscus, kembang sepatu arjuna dirumahku ;) |
Salah satu Style landscape terkenal di dunia adalah Balinese Garden, saya rasa sama terkenalnya dengan Japanese Garden yang mendunia.Kenapa begitu terkenal ? Sudah pasti karena keduanya memiliki Konsep dan Filosofi yang sangat dalam. Leluhur kita telah mempelajari dan menyempurnakan formulanya beratus-ratus tahun. Pakemnya, bahwa konsep membuat suatu Blok Plan selalu didasari oleh filosofi Tri Hita Karana ( 3 hubungan harmonis menuju kebahagiaan: hubungan dengan Sang pencipta, dengan sesama dan lingkungannya) Utama-Madya-Nista, kasarannya: Kepala-badan-kaki.Contoh,dalam membangun rumah Blok plan akan dibagi menjadi 9 grid sesuai tingkat peruntukannya (awalnya 3 kemudian lebih detail jadi 9). Saya jadi ingat waktu semasa kuliah, dikatakan Amerika sebagai negara maju, perkembangan kotanya memakai sistem Grid, makanya kalo nyasar di Amrik,mudah mencari jalan keluarnya, tidak seperti di Jakarta yang pembagiannya bisa segitiga, bulat, zig zag, wkwkwk, well,.. Balinese do the same thing ;) hundred years ago sampai sekarang-pun di Bali juga seperti itu, every block of the house. ;), tapi saya tidak tahu untuk perkembangan yang dikota sekarang ini ya. :)
| Konsep Trihita karana berkembang menjadi 9 grid |
![]() |
| Natah/ taman ada di tengah dikelilingi massa bangunan lainnya |
Halaman dalam bahasa Bali disebut Natah adalah ruang interaksi penghuni, tamu, dan tempat melakukan ritual keagamaan. Maka bangunan akan tumbuh dari tanah, segala yang telah ada dan yang akan ada di atas tanah, harus bisa bersinerji (dalam keberagaman) untuk tujuan yang sama: membentuk lingkungan hidup dengan kualitas yang baik. Harmoni-Selaras-Seimbang, makanya di pedesaan dan beberapa tempat dengan adat yg kuat tidak akan membangun bangunan lebih tinggi dari pohon kelapa. Saya tidak terlalu paham apa yang terjadi di Kuta dan sekitarnya, tapi setiap kesana rasanya seperti asing, namun itulah resiko bila kita membuka diri terlalu lebar, apapun itu untuk orang yang ber- iman pasti ada gunanya! so don't worry too much Optimistic is better ;) Dalai Lama.
![]() |
| Contoh desa tradisionil Panglipuran, Bali, kereeen ya taman depan dan jalannya dari bata, ;) |
Taman Bali/ Natah adalah miniatur Bhuana Agung (Alam Raya) ruang terbuka yang menjadi kebutuhan absolut manusia untuk berinteraksi lebih baik dengan Tuhan, manusia & alam. Posisinya di tengah atau Madya, dikelilingi beberapa massa bangunan (mirip konsep Courtyard),kolam air dan dipenuhi tanaman yang bernilai sosial, ekonomis, relijius bahkan magis ;). Natah adalah kebutuhan yang harus di penuhi inside and out, dirumah dan di luar rumah. Sungguh ironis, melihat kenyataan terutama ruang terbuka di kota Jakarta sangat minim, dan banyak orang membangun rumah tanpa membuat taman, seluruh lahan dihajar Mr Concrete, si beton seraya berucap "Jakarta sempit man!" hehehe. Kenapa kita tidak berdamai dengan alam sih?, make them part of you, ngalah kek, siapkan sedikit ruang terbuka untuk bumi bernafas? it can start from your own place ;).
Pelestarian Arsitektur Lansekap Tradisionil Indonseia, bisa menjadi salah satu faktor penguatan identitas bangsa, image kita dimata dunia.Akan menjadi suatu pemandangan yang inspiratif bila dari pesawat semua mata dunia melihat pemandangan kebawah kota Jakarta, All the Skyscrapers bersinerji dengan Taman yang Hijau, layaknya bumi menopang kehidupan diatasnya. Whatta sight! ;)
Saya jadi senyum senyum sendiri, membayangkan apa yang akan dikatakan 2 arsitek modern terkenal: Louis Sullivan dan Frank Lloyd Wright akan Asta kosala kosali ( kitab, aturan, dalam membangun bangunan dan penunjangnya di Bali)
Louis Sullivan , menyoroti metapora tubuh manusia dengan struktur bangunan. Konsepnya yang membagi bangunan menjadi kepala, badan, kaki, 3 hal yang mirip dengan konsep: utama, madya, nista. Mungkin dia akan lebih tertarik mengetahui, the balinese actually more detail in implementation on their design, they use all the part of the body to measure!, ukuran rumah, halaman, berdasarkan panjang tangan, lengkat jari,kepalan, lengan, si empunya!? hihihihi.
Frank Floyd Wright dengan organic architecturenya, yang mengusung keharmonisan, antara habitat manusia dan lingkungan naturalnya..The same concept in ours, that everything seems like grown from the earth.
Interesting ! ;P Louis Sullivan , menyoroti metapora tubuh manusia dengan struktur bangunan. Konsepnya yang membagi bangunan menjadi kepala, badan, kaki, 3 hal yang mirip dengan konsep: utama, madya, nista. Mungkin dia akan lebih tertarik mengetahui, the balinese actually more detail in implementation on their design, they use all the part of the body to measure!, ukuran rumah, halaman, berdasarkan panjang tangan, lengkat jari,kepalan, lengan, si empunya!? hihihihi.
Frank Floyd Wright dengan organic architecturenya, yang mengusung keharmonisan, antara habitat manusia dan lingkungan naturalnya..The same concept in ours, that everything seems like grown from the earth.
Sentuhan Balinese garden dapat kita temukan ditingkat perumahan rakyat sampai dengan tempat peristirahatan mewah manca negara. Perkembangannya sangat beragam ada yang Menawan, Mengagumkan sampai dengan Njeleni? saya tidak tau bahasa Indonesianya apa, mungkin Norak,Maksain? hehehe. Tapi apapun itu, budaya Taman Bali ini perlu dilestarikan, karena konsep dan filosofi (wisdom of knowledge) nya tidak akan lekang oleh waktu, biarkan ia tumbuh, berkembang fleksibel sesuai dengan jamannya yang dinamis. Tidak perlu takut akan tergerus nilai-nilainya kemudian hilang, karena konsep & filosofi yang kuat adalah kebenaran sejati dalam diri kita setiap manusia. Semua akan kembali kepada Kebenaran yang hakiki.
Wow! dari hal kecil hanya karena sebuah taman di rumah saja, membuat saya berpikir lebih dalam lagi, bekerjasama dengan hati untuk mewujudkan sebuah taman yang bermakna dalam kehidupan kami.
Saya berharap tidak hanya Balinese garden saja yang nantinya muncul dipermukaan, namun Style Garden dari daerah lainnya di Indonseia bisa dikenal juga oleh orang Indonesia sendiri.
Lets preserve our culture! it is worth it to continue ;)
![]() |
| Taman Bali versi modern |
miss twinkle-
Langganan:
Postingan (Atom)































